Miracle of Givil Fool, just say it for every moment
Director: Jeong-kwon Kim
Stars: Tae-hyun Cha, Ji-won Ha, Sulli Choi
Country: Korea
Genres: Comedy, Recommend, Romance
SINOPSIS :
Miracle Of Giving Fool (MOGF) adalah sebuah film bergenre drama yang
berasal dari Korea Selatan. Biasanya kalo udah denger genre drama pasti
pikirannya BBF atau apalah itu. Nah.. MOGF ini berbeda sekali dengan
drama-drama Korea pada umumnya.
Film ini menceritakan seorang anak laki-laki yang bernama Sung Ryong
yang diperankan oleh Cha Tae-Hyeon. Ia menderita keterbelakangan mental
(idiot) disebabkan keracunan asap arang. Anak tersebut tinggal bersama
keluarganya disebuah desa kecil yang tenang. Setelah ayah dan ibunya
meninggal, ia hanya tinggal berdua bersama seorang adik perempuannya
Jee-In yang masih duduk dibangku SMA. Akibat penyakitnya itu, ia hanya
memiliki keterampilan membuat roti panggang.
Didalam menjalani keseharian dalam hidupnya, ia selalu ingat pada pesan
ibunya yang ingin agar ia selalu menjaga dan menyayangi adiknya.
Kebiasaan Sung Ryong adalah ia selalu duduk menyendiri diatas bukit
kecil yang ada di desanya. Ia menunggu seseorang yang adalah temannya
dibangku SD dulu. Namanya Ji-Ho (Ha Ji-Won), ia seorang pianist handal
sejak kecil yang selama sepuluh tahun sekolah diluar negeri. Suatu hari
Ji-Ho pun pulang, seperti tak percaya Sung Ryong yang sedang duduk
diatas bukit langsung berlari sambil terguling dari bukit itu
menghampiri Ji-Ho. Ji-Ho mengabaikannya karena tak ingat pada Sung
Ryong, sebab saat itu Sung-Ryong belum menderita idiot.
Sung Ryong juga memiliki sahabat bernama Sang Soo. Ia seorang pemilik
kedai kopi. Suatu malam Ji-Ho berjalan-jalan dan memutuskan untuk mampir
sebentar ke kedai kopi tersebut. Ji-Ho yang sedang menikmati kopi
tiba-tiba dihampiri oleh Sang Soo. Disitulah mereka saling kenal.
Sung Ryong yang setiap hari berjualan roti didekat sekolah adiknya
Jee-In, selalu menyiapkan sarapan roti buat Jee-In didepan pintu kamar
Jee-In. Tetapi selalu saja sebelum berangkat sekolah Jee-In mengabaikan
roti yang sudah dibuatkan kakaknya itu. Walaupun selalu diabaikan oleh
adiknya, Sung Ryong tetap menjalankan pesan ibunya. Bahwa ia harus
selalu menjaga dan menyayangi adiknya. Dan ia selalu tersenyum.
Setiap pagi Sung Ryong sudah berjualan roti di kios kecil dekat sekolah
Jee-In. Ia selalu menunggu Jee-In lewat didepan kiosnya, apakah Jee-In
berangkat sekolah atau tidak. Suatu hati Sung Ryong tidak mendapatkan
Jee-In lewat didepan kiosnya hinnga larut malam. Ia lalu khawatir, dan
bersama Ji-Ho ia langsung bergegas mencari Jee-In. Setelah mencari,
Ji-Ho meyakinkan Sung Ryong bahwa Jee-In pasti ada dirumah. Ternyata
memang benar. Jee-In sedang tertidur lemas ketika Sung Ryong membuka
pintu kamarnya. Tapi apa yang Sung Ryong dapat, ia malah diusir oleh
Jee-In. Walaupun begitu Sung Ryong yang tak pernah mengeluh dan selalu
tersenyum, tetap menghiasi wajahnya dengan senyumnya yang tulus.
Keesokkan harinya, Sung Ryong melihat Jee-In lewat didepan kiosnya.
Jee-In terlihat lemas tidak seperti biasanya. Ia menggunakan jaket untuk
mengurangi rasa dinginnya. Sung Ryong bertanya pada dirinya "Apakah Jee-In sedang sakit ya?".
Tak lama kemudian tiga orang teman Jee-In mampir untuk membeli roti
dikiosnya. Mereka berkata bahwa Jee-In selalu terlihat lemas dan
berjalan menunduk kalau disekolah.
Sung Ryong merasa khawatir dengan apa yang sudah dikatakan oleh
teman-teman Jee-In. Dengan naluri seorang kakak, Sung Ryong pun berlari
masuk kedalam sekolah. Ia berlari sambil berteriak-teriak "Jee-In.. Jee-In..", sambil menengok kesetiap ruang kelas. Sampai akhirnya ada seorang murid yang berkata kepadanya "Mencari Jee-In?".
Sung Ryong pun berlari masuk kedalam kelas Jee-In, ia mendapatkan
Jee-In sedang tertidur lemas diatas bangkunya. Tanpa pikir panjang Sung
Ryong lalu menggendong Jee-In dibelakang punggungnya, dan segera
membawanya kerumah sakit.
Selama Jee-In dirawat beberapa hari dirumah sakit, Sung Ryong selalu
menemaninya walaupun hanya diluar ruangan. Sebab seperti biasa, ia takut
kalau Jee-In marah ketika ia ada didalam kamarnya. Sung Ryong hanya
berbicara kepada Jee-In didekat pintu. Namun lama-kelamaan Jee-In merasa
bersalah atas sikapnya terhadap kakaknya yang selama ini selalu tulus
menjaganya.
Setelah diketahui ternyata Jee-In menderita ginjal. Dokter yang juga
adalah ayah dari Ji-Ho memberitahukan kepada Sung Ryong bahwa Jee-In
harus mendapatkan donor ginjal agar ia dapat sembuh. Sung Ryong lalu
berkata kepada dokter untuk mendonorkan ginjalnya kepada Jee-In. Tapi
dokter berkata bahwa ginjal Sung Ryong tidak cocok untuk Jee-In. Sung
Ryong pun sangat sedih. Ia berpikir bahwa ia adalah kakaknya, tetapi
kenapa ginjalnya tidak cocok untuk Jee-In. Harapan datang untuk Sung
Ryong ketika Sang Soo sahabatnya bersedia mendonorkan ginjalnya untuk
Jee-In, dan ginjal Sang Soo ternyata cocok. Sung Ryong sangat gembira
pada saat itu.
Tiba suatu hari Sung Ryong pulang kerumahnya untuk mengemaskan
barang-barang untuk dibawa ke rumah sakit. Didalam perjalannya, ia
dipanggil oleh dua orang tak dikenal. Rupanya orang itu adalah orang
suruhan dari musuh sahabatnya Sang Soo. Sang Soo ketika itu memukul
musuhnya karena masalah pribadi. Pada saat hendak dipukul dengan botol,
Sang Soo lebih dulu memukul botol itu dengan tangan kanannya.
Sialnya, orang itu memberikan ciri-ciri Sang Soo kepada orang suruhannya
bahwa Sang Soo memakai perban ditangan kanannya. Sementara tangan kanan
Sung Ryong juga saat itu diperban akibat tak sengaja memegang
panggangan rotinya. Sung Ryong menatap kearah orang suruhan itu dan
melihat ditangan kanan orang tersebut memegang sebuah benda untuk
mencelakakannya. Seketika itu Sung Ryong tersenyum mengingat kata-kata
ibunya yang ingin selalu agar ia menjaga Jee-In.
Sung Ryong sudah berdarah, mengucur deras dari kepalanya. Tapi ia tetap
berjalan untuk sampai ke rumah sakit. Ia berjalan lemas tapi seperti tak
ingin menyerah sebelum ia sampai tujuan. Tuhan berkata lain, Sung Ryong
terjatuh dan terus menahan rasa sakitnya. Ia mengeluarkan foto
keluarganya dari jaketnya, ia menatapnya dan terus teringat kata-kata
ibunya (Ia harus selalu menjaga adiknya Jee-In). Ia merasa takut,
jikalau ia tidak ada siapa yang akan menjaga Jee-In. Tuhan pun
mengambilnya, Sung Ryong telah tiada.
Jee-In pun telah sembuh, ia menyesal kenapa selama ini mengabaikan
ketulusan kakaknya. Ia merenung dikamar Sung Ryong. Kini ia tinggal
sendiri dirumah yang sepi. Tidak ada lagi yang menyiapkan sarapan
untuknya. Namun sekarang ia sadar, bahwa kakaknya adalah orang yang
terbaik. Ia (Sung Ryong) selalu tersenyum walaupun keadaan baik ataupun
buruk. Senyumnya adalah cahaya. Ketika ia tersenyum maka orang lain pun
ikut tersenyum.
Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari film ini.
Diantaranya adalah dalam kondisi kita seperti apapun, kita harus tetap
semangat menjalani hidup, selalu bersyukur, selalu tersenyum, tulus dan
ikhlas membantu sesama, dan masih banyak lagi. Karena "ada rahasia dibalik rahasia".
LINK DOWNLOAD :
Cinema Indo : http://cinemaindo.com/miracle-of-giving-fool-2008/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar